Masalah Insomnia Dan Cara Mengatasinya

Masalah Insomnia Dan Cara Mengatasinya -. Dalam satu buah studi baru, gejala insomnia, termasuk juga susah tidur, bangun tengah malam hri berkepanjangan & tak diharapkan awal kebangkitan pagi, tak terkait bersama dislipidemia. Tetapi, orang yg memanfaatkan obat tidur buat mengatasi insomnia mempunyai peningkatan risiko utk kolesterol LDL.Studi pada awal mulanya sudah menghubungkan sleep apnea & CVD, tapi hasil penelitian yg mengevaluasi interaksi antara insomnia & kolesterol sudah tidak sejalan, Nicholas Vozoris, MD, respirologist di Hunian Sakit St Michael di Toronto, menyampaikan dalam siaran pers.

Masalah Insomnia Dan Cara MengatasinyaThe, studi cross-sectional berdasarkan komunitas dipakai wawancara & data laboratorium dari peserta 2005-2006 & 2007-2008 Survei Kesehatan Nasional & Gizi Sensor utk mengecek lebih lanjut interaksi antara insomnia & dislipidemia.Cuma peserta yg lebih sepuh dari 20 th termasuk juga dalam memaksa masuk analisis regresi logistik ganda. Data kepada LDL, trigliserida & HDL diperoleh buat 4635, 4757 & 9798 peserta survei, masing-masing. Dari peserta survei yg memenuhi syarat, 10,7% mempunyai peningkatan LDL, 16,3% mempunyai trigliserida tinggi & 22,1% mempunyai HDL rendah, menurut para peneliti.Dislipidemia didefinisikan sbg LDL dari 160 mg / DL atau lebih tinggi, trigliserida 200 mg / DL atau lebih tinggi & HDL kurang dari 40 mg / DL.

Hasil penelitian menunjukkan ada jalinan antara gejala insomnia setidaknya lima kali dalam satu bln terakhir & peningkatan kadar kolesterol, bahkan sesudah penyesuaian buat sex, insomnia gejala subtipe, frekuensi sulit tidur gejala, diagnosis dislipidemia & obat penurun lipid.Tetapi, mereka yg membawa pil tidur utk insomnia mempunyai risiko 118% lebih tinggi utk LDL (OR = 2,18; 95% CI, 1,14-4,15) di bandingkan dgn mereka yg membawa pil tidur namun tak mempunyai insomnia.Dalam analisis disesuaikan, asosiasi yg diamati bersama tingkat tinggi trigliserida (OR = 1,24; 95% CI, 1,03-1,48), tetapi sesudah penyesuaian buat kovariat, asosiasi itu tak lagi signifikan (OR = 1,07; 95% CI, 0,83-1,38 ).

Bagi perempuan, tetapi, gejala insomnia yg berlangsung berjarak 16 hingga 30 kali dalam satu bln terakhir terkait dgn peningkatan kadar trigliserida, bahkan sesudah penyesuaian buat siang hri kelelahan & kantuk (OR = 1,98; 95% CI, 1,19-3,3). Link awal pun ditemukan antara gejala insomnia & HDL rendah kepada perempuan, tapi sesudah disesuaikan buat pembaur, itu tak lagi signifikan (OR = 1,26; 95% CI, 0,94-1,67).Vozoris menyerukan penelitian lebih lanjut buat mengeksplorasi temuan bahwa beberapa orang dgn insomnia yg membawa pil tidur mempunyai kadar LDL. Ia mengemukakan dalam siaran pers bahwa dampak dari kelas atau brand pil tidur tertentu mesti diselidiki.

“Link yg diamati antara pemakaian pil tidur & kolesterol LDL terutama berkaitan Kerja mengingat kenaikan dramatis dalam pemakaian obat penenang kepada komune umum dalam sekian banyak thn terakhir,” jelasnya.Vozoris mengemukakan peserta meminum pil tidur bisa saja menderita insomnia lebih parah, yg dapat jadi penyebab LDL tinggi & tak pil tidur sendiri. Tetapi, dirinya tak mengamati paling sering sulit tidur atau insomnia gejala dalam kombinasi bersama kelelahan di siang hri atau durasi tidur yg lebih pendek, seluruh penanda insomnia parah, peserta tersebut.

Baca Juga : Obat Insomnia Akut Tanpa Efek Samping